Amey

menurut kubler ross,ada 5 tahap psikis yg dialami oleh pasien yg akan mati:

1. Deny
saat ini pasien selalu merasa bahwa dirinya masih baik2 sj. tetapi tahap ini tidak lama, krn keadaan akan segera menyadarkannya.

2. Anger
pasien sdh mengetahui keadaan bhw dy akan mati, sehingga dia marah2 dan menyalahkan siapa saja..."kenapa harus saya?"

3. Bargaining
atau tawar menawar, disini pasien selalu berharap "jika saja aku masih bisa hidup hingga saat ini"..."setidaknya sy ingin melihat anakku menikah..." dsb.

4. Deppresi
pada tahap ini, pasien sebaiknya tidak diganggu, biarkanlah proses menerima itu dia proses sendiri, tahap ini penting untuk ke tahap yang selanjutnya.

5. Acceptance
pasien menerima keadaan seutuhnya, dan dia akan berharap untuk dapat melakukan hal-hal yang terbaik sebelum kematiannya.

dari semua tahap ini, paling baik kita dekati pada tahap bargaining.

harus berhati-hati, jgn sampai pasien melakukan tindakan bunuh diri dalam tahap depresinya.
selain depresi, salah satu hal utama yang dapat membuat seseorg ingin bunuh diri adalah "cancer pain"

pertama, perlu kita ketahuai bagaimana munculnya rasa sakit itu, melalui teori nociceptive pain:
1. transduksi (sampainya stimulus ke ujung reseptor)
2. transmisi (penjalaran dari ujung reseptor ke susunan saraf pusat)
3. modulasi (pemprosesan stimulus yang didapat dlm otak untuk menghasilkan persepsi)
4. persepsi (bagaimana rasa sakit itu di rasakan)

kita dapat memberikan obat2an anti sakit seperti opioid, yang akan menekan sakit di tahap modulasinya.

di dalam cancer, ada organic pain, dan ada non organic pain, ini dia jenis2 organic pain:

1. Somatic pain
Bersifat terlokalisasi, tajam, dan konstan. biasa pada metastasis tulang, atau tumor jaringan lunak.
dapat di tangani dengan pemberian NSAID, aspirin, atau acetaminophen.

2. Visceral pain
Bersifat sulit dilokalisasi, diffuse, sering disertai mual dan muntah,dan terasa tumpul. biasa pada kanker pancreas, atau hati, atau paru.biasa disebabkan oleh:
a. Iritasi permukaan mukosa atau serosa
b. Traksi dan torsi mesenterium
c. Distensi dan kontraksi saluran2 visceral

dapat ditangani dengan pemberian opioid, atau nerve block.

3. neuropathic pain
Bersifat electric shock, atau burning pain.biasa pada metastasis plexus di lumbosacral.
dapat ditangani dengan pemberian antikonvulsan dan anti depresant. dapat pula diberikan nerve block.

Untuk managemen rasa sakit tersebut, selalu lakukan ABCDE:

A sk, apakah sakit atau tidak?
B elieve, bahwa pasien sedang merasa sakit
C hoose, pilih obat-obat penghilang sakit yg tepat
D eliver, berikan secara tepat, pas, dan logical
E mpower, berikan dukungan pada pasien dan keluarganya agar tetap tabah!


WHO telah menyediakan tahap2 pemberian obat menurut rasa sakitnya, dan harus diperhatikan, agar pada saat pemberian treatment disesuaikan dengan:
1. by mouth
2. by the clock
3. by the ladder
4. for individual
5. with attention to detail

kemudaian Pemberian obat2an, disesuaikan dengan rasa sakit yang diderita:

1. Mild (sakit ringan)

prinsipnya: berikan non opioid
pada tahap ini, berikan Aspirin, NSAID, atau parasetamol, berikan secara bertahap,sebab ia dapat menunda penggunaan opioid yang dini, dan dengan tetap memperhatikan faktor resiko sperti penuaan, kelaiann GI, dan renal.

2. Moderate (sakit sedang)

Prinsipnya: berikan opioid lemah, +/- non opioid
pada tahap ini, kombinasikan Aspirin, NSAID, atau parasetamol dengan codein. misalnya dengan Acetaminophen/aspirin 500mg + codein 10 mg. efek samping biasanya berupa konstipasi

3. Severe (sangat sakit)

Prinsipnya: berikan opioid kuat, +/- Non opioid, dan +/- terapi adjuvant
pada tahap ini dibolehkan untuk pemberian morfin secara oral. tetapi agak sulit mendapatkannya di makassar.
berikut adalah contoh-contoh obat opioid yang dapat digunakan:

Morphine-Like Agonist:
Morphine Levorphanol
Hydromorphine Methadone
Oxycodone Fentanyl transdermal
Meperidine

Partial Agonist:
Buprenorphine

Mixed Agonist – Antagonist:
Pentazocine
Nalbuphine

dan untuk terapi adjuvantnya, dapat diberikan golongan2 berikut:

-Corticosteroids : Dexamethasone, Prednison
-Anticonvulsant : Carbamazepine, Gabapentin, etc
-Antidepressant : Amytriptiline, Doxepine
-Neuroleptics : Methotrimeprazine
-Antihistamines : Hydroxyzine
-Local anesthetic/antiarrhytmics : Lidocaine
-Psycho-stimulans : Dextroamphetamine
-Laxatives : Bisacodyl, Lactulose, etc
-Antiemetics : Droperidol, Metoclopropamide, etc

--thanx--

this writings is adopted from Dr.A Husni Tanra's lecture about "cancer pain"

terimakasih dok, semoga bermanfaat ^^
Label: | edit post
Reaksi: 
0 Responses