Amey

Bulan bulat.
di tengah langit yg gelap.
bersinar mewarnai jagad malam yang suram...
(mungkin kah ia letih menghadapi mentari yang panas?)

Hujan yang telah lama mengintai akhirnya turun juga...
Tak lama kemudian, sang halilintar membahana lemah membelah langit.
dan Bagaikan beribu blitz kamera, kilauan petir berkilat-kilat datang karena tak ingin kehilangan moment yang tepat.
(Tuhan sepertinya paparazzi yang paling sempurna di jagad ini)

bahuku lelah menyangga masalah...
ia menjerit, sebab mrebahkan diri dalam impian hanyalah angan.

Ditengah kekalutan, selalu dapat kupanggil bayangmu 4 hari yang lalu. (atau berminggu dan berbulan, dan bertahun yang lalu)
sungguh aku tahu, itu adalah kesalahan.dan sebentuk pembangkangan.
tetapi dengan mmbuka kembali folder wajahmu yg tersenyum manis di gyrus otakku, kamu selalu bisa membuatku tetap terjaga di malam yang penat. atau dikelas yang membuatku kantuk berat.

kadang timbul pula geliat nakal untuk mencoba mengganggu...
tapi penyesalan dan rasa malu atas tindakan tak sopan itu selalu menghampiri selepas 15 surat pendek yang tak terbalaskan.maupun dengan ribuan kata-kata yang tak terkirimkan.

dan kini,,,
dengan beribu kata di kotak konsepku.
dengan berjuta angan di selipan rona dan raut wajahku.
dan bermilyar harap di dalam gerak gerikku.

aku ingin, bisa menahan diri darimu...

coz you're my crazy-agonist.

crazy-
crazy-
crazy-agonist...!!