Amey
"Extraordinary things happen to extraordinary people. (Narnia)
Extraordinary people make extraordinary things and have extraordinary life.
The difference between ordinary and extraordinary is that little extra. (Jimmy Johnson)
So, all you have to do is just a little "extra".
Have an extraordinary 2011, guys. Wish extraordinary things happens to you!"

Inilah status terbaik yang kudapat dari ucapan-ucapan selamat tahun baru di FB kali ini.

Extra berdoa, extra usaha, extra kerja keras!

fight fight fight fight!!

Bibi Sunaria namanya, seorang wanita lugu dari malang berusia 35 tahun. dikirim ke makassar oleh kakaknya, dengan tujuan bekerja memjadi pembantu rumah tangga di sebuah rumah besar di pojokan kompleks ikip.

Dia mendarat tepat jam 20.30 di bandara hasanuddin saat segala perhatian makassar tertuju pada sekotak TV yang menayangkan pertandingan final Indonesia Vs Malaysia di gelora Bung Karno. Diantara animo masyarakat Indonesia yang sedang gencar-gencarnya mendukung tim nasional berlaga di final AFF, Bibi Sunaria seakan tidak terpengaruh sedikit pun dengan keadaan disekitarnya.

Wanita paruh baya yang bertampang chinese, berlogat jawa, berbaju coklat dan bercelana panjang hitam itu berjalan canggung dan lambat menuju pintu keluar sambil menundukkan kepalanya. Seperti seorang pribumi yang di pelototi belanda saat jaman penjajahan dulu.

Diciumnya tangan ibuku, dan kami berangkat kerumah.

Bibi Ria, tak pernah berekspresi lebih dari yang seharusnya. Bahkan saat vonis pemecatan dilakukan, ia hanya tabah dan malah memikirkan kerugian kami yang sudah membayarkan tiket pesawatnya. ia tak pernah mengeluh, tapi tak bisa diandalkan juga.

Pagi ini, majikan baru bibi Ria mendatangi rumahku untuk mengambil baju-baju bibi yang masih tersimpan dikamarnya.

Bibi hanya tersenyum polos melihat kami. lalu melanjutkan kebiasaan favoritnya : melihat lantai.

Selamat Tahun baru bibi, semoga betah dirumah yang baru, dan bisa memberikan yang terbaik bagi dunia.

*melihat bibi Ria, aku menyadari, bahwa ada begitu banyak orang tidak beruntung yang tidak sanggup melakukan apapun, bahkan untuk sekedar menjadi pembantu rumah tangga.
Berlatihlah sebanyak-banyak skill,Belajarlah sebanyak-banyak ilmu, agar hidup lebih berarti, agar tindakan lebih berkontribusi...

Bismillahirrahmanirrahim..
Tahun baru 2011, harus lebih baik lagi!
Amey
Tahun baru tinggal beberapa jam lagi.
Akankah menjadi sebuah titik landas ku menuju tahun yang lebih bermakna?
Atau sebuah tahun dimana semuanya justru akan mengalami penurunan?

Peningkatan Kepatuhan pada Tuhan yang pengasih dan penyayang...
kuharapkan itu di awal tahun ini...
Amey
When you love someone, you'll always wish him for the best.
though sometimes he hurts or even makes you cry, you'll just stand still and say...

"he don't know what he was doing..."
"he just forget, and soon he'll remember our promises again..."



Pure things.


#mencoba mengerti :
"mengapa dua orang yang saling mencintai bisa saling menghancurkan diri masing-masing?"
Amey
Selama di RSIA Fatimah sy bertemu banyak sekali bayi-bayi yang unik, lucu-lucu, imut dan mampu membuat mu merasa sayaaaaaaaaaaaang bgt!x3

1. Baby 600 gram



(btw, gambarku disini ky yg mau bereksperimen jahat terhadap anak ini y?=_=9)
pada akhirnya bayi mungil ini meninggal jam 4 subuh...sedihnya...T_T

2. Baby Rohani I dan II



ini bayi kembar tersehat yang pernah kulihat...
cowok dua-duanya euy...huaaaaaa..serunya itu klo mereka sudah pada besar!x3

3. Baby kurnia dan Baby Santi




kalau ini, bayi-bayi sakit yang sekarang sudah sehaat dan pulaaang...^^

4. Bayi-bayi bangsal yang lucu dan Sehat!^^





Gimana?
mereka lucu-lucu ya?
Ohya, bagian tubuh bayi mana yang paling kusuka?

= kepala...=D

hehe, paling enak buat di elus-eluuuss!!!^^

*hugs and kisses for you baby*
(tak bosan-bosan kukatakan ini buat kalian semuaaa..x3)
Amey
Jam 1:30,hari Kamis tanggal 9 Desember 2010, baby Naisa meninggal dunia setelah di Neo-puff sejak jam 5 subuh kemarin.

dan langit pun menyambutnya dengan gembira...

Naisa adalah bayi yang tangguh. aku tahu itu, saat hari selasa 7 Desember 2010 ia masuk ke kamar bayi jam 11.00, (ketika itu aku dan dokter tengah berputar-putar mengelilingi bangsal untuk visite), aku dan dokter menerimanya dalam keadaan sekarat dengan vonis "meninggal" dari dokter obgyn yang telah menyuntikkan epinefrin untuk mengembalikan denyut jantungnya.Sia-sia, baby itu dibawa ke kamar bayi (NICU).

Dengan segala upaya, kami membantu dengan kompresi jantung luar, dan VTP dari neo-puff.
Dengan kondisi tali pusar yang kehijauan, dan suction yang terus-terusan mengisap mekonium yang keruh, kami mulai putus asa,,,hingga secara tiba-tiba, denyut jantung itu kembali terdengar dari stetoskop kami...


Bahagia dengan perkembangan itu, kami melanjutkan VTP. 5-30 menit pertama, orang-orang masih berkumpul mengitari Naisa, 30-60 menit kedua, perawat dkk sdh memesan makanan dan makan di dekatku, 60-90 menit ketiga, sy bertahan sekalipun banyak panggilan mengurusi bayi-bayi yg lain, 90-120 menit ke empat, sy mulai kelelahan, dan keringatan di bawah lampu pemanas bayi itu.

Tapi secara spontan, kulihat beberapa tetes urin mengalir melalui penis yang kecil itu. aku tersentak, "hei me, bayi ini masih hidup! kalau VTP nya kw hentikan, dia akan mati pada saat itu juga"...
ku ucapkan syahadat dan al-fatihah berkali-kali dengan harapan tersisipkannya setitik debu "Ar-Rahim" dari Yang Maha Kuasa kepada bayi Naisa itu, kenyataan itu sanggup membuatku memompa dengan semangat di menit 120-150...

Sungguh Maha Besar Tuhan, beberapa gerakan nafas spontan terlihat samar dari dinding dada dan perut Naisa, dengan takut-takut, aku membantunya dngan VTP mengikuti gerak nafasnya. hingga yang datang menge-cek menyuruhku menghentikan VTP dan menggantinya dengan CPAP karena nafas spontanya sudah ada.

Subhanallah, aku kembali berharap.

hingga tengah malam aku tertidur, tak ada masalah dengan bayi ku itu, aku ingat, saat sore, ayahnya datang menjenguk dan tertegun haru melihat bayinya sedang berusaha bertahan hidup.

"Dok, tadi dia berkedip!"
"dok, tadi bibirnya mencucu, sepertinya dia lapar"
"tadi tangannya bergerak dok!"

Itulah yang diucapkan ayahnya setiap kali aku melintas menengok Naisa, yang matanya sudah terbuka (meksipun jika di cek lagi, sepertinya ada skleritis), dan tangannya memang sedikit (benar-benar sedikit) bergerak. aku menyuruh ayahnya untuk terus mengawasi anaknya, agar tidak ada apneu. selain itu ku minta agar ayahnya membelikan baby oil untuk diusapkan pada kulit Naisa yang SANGAT kering (ayahnya hampir membuatku tertawa, dengan pertanyaan "apa itu baby oil dok?")...=)

aku pun tertidur nyenyak...

jam 4 pagi.

Babyku, Apneu lagi. segera saja kami mem-VTP dengan neo-puff. berharap terjadi lagi nafas spontan seperti keajaiban kemarin hari.

Tapi hal itu tidak terjadi, sekalipun kami sudah bergonta-ganti shift dari pagi-siang-malam untuk melakukan VTP, dan secercah harapan berupa "kejang" dan "grunting" dari baby naisha tidak membuat kami lebih berharap, sebab kemungkinan besar sudah terjadi hipoksia dan kerusakan otak besar. terlebih lagi saat tau, bahwa ayah dan ibunya sudah pasrah (menurut neneknya, ibunya memang malas makan selama hamil).

Jantung Naisa terus berdenyut, membuat kami tidak boleh pasrah skalipun oksigen sempat hampir habis, maupun bradykardi sering kali terjadi, dan hipotermi slalu menyertai.
Berkali-kali Kuusapkan baby oil dan tissue basah kesukaannya (kuanggap begitu, sebab ia selalu merenggut setiap kali kuusap badannya).ini membuat Naisa tetap tampak seperti bayi.Rambutnya benar-benar halus, dan kulitnya yg kering menjadi harum dan tidak membuatmu takut sekalipun warnanya biru akibat sianosis.

kuminta agar ayah dan ibunya menemani saat-saat perjuangan dengan VTP ini disampingnya. Mereka mengerti segala keadaan, dan ayah-neneknya bertahan di samping infant warmer tempat Naisa berjuang.

Sungguh, kepergian Naisa membuatku ingin berjuang lebih keras.
kuyakin langit sedang berbahagia karena menerima seorang bayi manis seperti dirinya.

*Kiss and Hugs for you baby...*
Amey
Saat ku lihat namaku tertera pada surat pengantar menuju RSIA Fatimah, jantungku langsung berdebar-debar bahagia.
Well, sebenarnya ini bukan reaksi yang normal untuk seseorang yang telah divonis untuk senantiasa terbangun dan "menangkap" bayi-bayi yang tak henti-hentinya menapaki dunia. atau harus terus-terus mendekam didalam ruang jaga dan tidak melihat matahari pagi lagi selama 1 minggu ke depan.
Tapi setidaknya, saya tahu, bahwa dengan tervonisnya sy berada di RSIA Fatimah yang super sibuk, sy tidak mungkin dikirim Unhas sendirian untuk dinas disana, dan memang, untunglah, ada k'fera yang juga akan dinas dan menemani 1 mingguku untuk LN di Fatimah.

Hari pertama begitu melelahkan.
Setelah kelar operan dari ondang dan nysia, rasanya LN di fatimah ini benar-benar santai, kami menganggur nyaris tanpa kerjaan hingga jam 4 sore. dengan 1 kali menerima bayi partus spontan.
tapi memasuki jam 4, tiba-tiba seorang suster datang dengan 2 bayi kembar!
ternyata sejak kami tidur-tiduran tadi, sedang berlangsung Seksio sesar di ruangan sebelah, yang kami bahkan tidak mengetahui atau melihatnya!

Baru saja selesai menangani bayi itu, 4 partus seksio sesar berlangsung berturut-turut lagi!
hueeeehhh!!!kami jadi kaget dan kelelahan.
tapi sekasihan-kasihannya kami, lebih Kasihan lagi 1 ibu SC yang kami kira gemelli (kembar), ternyata cuma punya 1 bayi dalam perutnya. padahal pada saat di USG, dokter mengatakan bahwa posisi bayi nya sulit 1 bayi posisi bokong, dan satunya lagi posisi terlentang! gila ndak?! udah gitu ibunya agak hipertensi, umurnya sdh 35, dan berat badannya berlebih bgt!

saat di SC dan dokter memvonis bahwa bayinya cuma 1, ibu dan ayahnya bersedih dan sempat tidak bisa menerima. Tetapi syukurlah, setidaknya bayi yang satu-satunya itu sehat (menurut riwayat, bayi-bayi sebelumnya keguguran semua).

setelah makan malam yang sehat (seperti makan siangnya), kami mengakhiri hari pertama dengan kelelahan.

ketika sang surya telah bersinar lagi, hari kedua kami mulai.
rasanya sedikit merasa bersalah, krn sy tidur jauh lebih cepat daripada k'fe, dan suster senior yang jaga malam kemarin. karena gerah, meskipun baru jam 6 pagi, sy langsung mandi. sehingga mmbuat fu pagi seluruh pasien terlambat setelah dokter datang. untungnya dokternya baik, jadi tdk marah melihat status ko-as yg kosong, malahan status kami diisikannya...=D

hari kedua ini tidak begitu sibuk. tidak ada partus SC, cm ada 2 partus spontan. sehingga kami cuma berfokus untuk meningkatkan KU pasien2 SC kemarin, terutama gemelli 1 ibu hamidah yang terus-terusan muntah, bayi 1000gram yang tidak pernah muncul orang tuanya, dan bayi irma yang nyaris hangus di fototherapy.

sisa waktu lainnya kupakai untuk main FB, blogging, dan terutama, jalan-jalan melihat keindahan alam akan bayi-bayi di NICU ini, membantu suster memberi makan dan memasang OGT.

Ohya, hampir lupa, sbnrnya tujuanku menulis blog ini adalah untuk memperkenalkan bayi favoritku : bayi ibu mujiati yang senantiasa tersenyum, jarang nangis, dan selalu menggeliat-geliat lucu dengan pipi buah persiknya didepan mataku. Malam ini, Saat aku dengan senang hati memberikan susu padanya, aku tiba-tiba ingin memberikannya nama : "Inchi", karena memang di dotnya terdapat gambar kelinci-kelinci yang lucu...jadilah namanya inchi, dari kata "kelinchi..."..hehehe..=D



Bayi spesial yang langsung diperdengarkan ayat-ayat alqur'an oleh ayahnya ini begitu manis dan benar-benar mencuri hatiku. Yap,dialah pencuri..karena saat melihatnya, sebuah gelombang kebahagiaan mengalir di sendi-sendiku dan membuatku bahagia bukan kepalang~!

huaaaaaaaahhh..x3
ingin rasanya punya baby jugaaa...x3

*hugs and kisses for you baby...*