Amey
And the tears come streaming down your face
When you lose something you cannot replace
When you love someone but it goes to waste
COULD IT BE WORSE?
-Fix You-

it's true that you should never believe in prophecy...

Ramalan teh ui salah...

ternyata yang pertama itu tidak bisa menjadi yang terakhir...

ah...lagi-lagi...


Singin'*
Yang aku tunggu masih kucari
Amey

“Bagaimana bisa, kmu dihargai, jika kamu sendiri tidak bisa menghargai dirimu?”

Itu lah kata-kata yang kami ulang-ulang di ruang pengap berdebu, tetapi ber AC, di sore hari itu.

Aku termenung, mengingat seseorang yang telah berlalu. Yah, Ia begitu tidak PD dengan dirinya sendiri, sehingga aku harus terus menyemangatinya untuk maju dan memperjuangkan keinginannya. Menyadarkan bahwa dirinya begitu berharga, dan dia tak perlu merubah apapun dari dirinya itu untuk mendapatkan cita-citanya. Sesungguhnya orang yg ingin ia dapatkan itu, hanya memerlukan keberaniannya, perhatiannya dan bukan sekedar kata-katanya. Tetapi karena dia pun tak mau menghargai dirinya apa adanya, aku pun tak sanggup lagi menyemangatinya.

Hingga malam menjelang, kata-kata itu terus kutujukan padanya, seakan-akan telepati itu benar-benar nyata.

Karena semalam ketiduran cepat, aku terbangun sebelum subuh. Hujan.

Ku sambut rahmat dari langit dengan membuka jendela kamarku, Ahh...Sungguh teduh merasakan udara sejuk pagi hari yang bercampur dengan tempias air hujan dari jendela kamarku. Angin itu, seakan membawa jauh mimpi indahku, tentang dirimu itu.

Aku terduduk, di ujung kasurku, berusaha menghirup sebanyak-banyaknya angin-tempias air yang begitu menyegarkan itu. Tiba-tiba Hpku berdering, menyampaikan SMS, yang menyadarkanku, bahwa hal yang selama ini kulakukan, memang tak perlu mendapatkan balasan.

Aku ingat, ketika aku mengikuti sebuah test, mengenai seberapa banyak kah, bunga merah dan putih yang akan kuberikan padamu, jika aku berkesempatan memberikannya sebucket bunga.

Aku menjawab, 100% bunga merah, dan 0% bunga putih.

Aku sadar, konsekuensi dari jawabanku itu adalah, benar-benar hanya memberi, tanpa meminta apa-apa sebagai balasan. Aku tak akan memberikan bunga putih, yang harus kau warnai lagi. Ia adalah sebuah keikhlasan, dan ketulusan yang tak ada pamrihnya.

Aku berusaha tertidur lagi, kupejam kan mataku,dan kutahan jariku sebaik-baiknya, agar tidak berusaha mengirimkan pesan pendek lagi ke ponselmu. Disaat itu, Aku mulai berpikir, untuk melanjutkan kembali permainan kita, meskipun kmu bahkan tidak mau bermain lagi.

Kupandangi wajah teddy bearku yg sedikit-sedikit masih berubah menyerupaimu. Kubungkus diriku, dan ku yakinkan bahwa aku ingin meneruskan permainanku ini sendiri saja...

Akhirnya pagi pun menjelang. Hujan belum reda juga, tetapi matahari sudah giat menyinari langit. Tidur yang singkat tadi membawa mimpi yang tidak menyenangkan.
Kini aku sadari,

“bagaimana bisa, kamu dihargai, jika kamu sendiri tidak bisa menghargai dirimu?”

Bahwa kalimat diatas itu, justru seharusnya ditujukan buatku.

Tidak ada 100% bunga merah. Tidak ada permainan yang dilakukan sendirian. Perasaanku, ketulusanku, mereka adalah bagian diriku yang sangat berharga, dan hanya kuberikan untuk org yang menawarnya dengan harga yang paling menarik hati dan Bukan pada orang-orang yang bisa mencampakkannya begitu saja.

This game is over,,,time to move on...
Amey
Was a long and dark December
From the rooftops i remember
There was snow
White snow

Clearly i remember
From the windows they were watching
While we froze down below

When the future's architectured
By a carnival of idiots on show
You'd better lie low

If you love me
Won't you let me know?

Was a long and dark December
When the banks became cathedrals
And the fog
Became God

Priests clutched onto bibles
And went out to fit their rifles
And the cross was held aloft

Bury me in honor
When i'm dead and hit the ground
A love back home unfolds

If you love me
Won't you let me know?

I don't want to be a soldier
With the captain of some sinking ship
With snow, far below

So if you love me
Why'd you let me go?


I took my love down to violet hill
There we sat in snow
All that time she was silent still


So if you love me
Won't you let me know?

If you love me,
Won't you let me know?
Amey
Come up to meet ya, tell you I'm sorry
You don't know how lovely you are
I had to find you, tell you I need ya
And tell you I set you apart
Tell me your secrets, and nurse me your questions
Oh let's go back to the start
Running in circles, coming in tails
Heads on a science apart

Nobody said it was easy
It's such a shame for us to part
Nobody said it was easy
No one ever said it would be this hard
Oh take me back to the start

I was just guessing at numbers and figures
Pulling the puzzles apart.
Questions of science, science and progress
Don't speak as loud as my heart.
Tell me you love me, and come back and haunt me,
Oh, when I rush to the start
Running in circles, chasing tails
coming back as we are.

Nobody said it was easy
It's such a shame for us to part
Nobody said it was easy.
No one ever said it would be so hard
I'm going back to the start.
Amey
@ dpn ICT lt.3...
menikmati pemandangan siang yang hijau, kuning, biru, dan panas...(eh,,,tiba-tiba mendung pas kutulis bgini!^^)

hari-hari yg bebal berjalan terus...

And birds gone flying at the speed of sound
To show you how it all began
Birds came flying from the underground
If you could see it then you'd understand
Oh, when you see it then you'll understand...
Amey
Bayi dan anak-anak membutuhkan nutrisi untuk tumbuh dan berkembang. kekurangan nutrisi dapat menyebabkan kelemahan, bahkan hingga kecacatan.

cara pemberian makanan pada bayi(0-12 bulan) adalah:

1. Breast feeding

Diberikan pada bayi dengan ibu yang mempunyai ASI cukup, sehingga tidak perlu ditambahkan apapun (ASI ekslusif), ada beberapa referensi jangka waktu pemberian ASI:

- WHO = hingga tetes terakhir
- Indonesia = mencapai 2 tahun
- Rekomendasi dokter indonesia = 1 tahun

perlu diketahui, bahwa meskipun ASI merupakan makanan yang paling baik untuk bayi, tetapi ia juga kurang mengandung beberapa zat gizi, seperti provitamin A dan vitamin D, sehingga pada saat bayi sudah melewati 4-6 bulan, sebaiknya sudah mulai diberikan makanan tambahan, sebab puncak produksi ASI rata-rata ada pada bulan ke 6, dan seterusnya akan menetap atau malah menurun. sementara perkembangan bayi semakin pesat, dengan aktivitas yang makin bervariasi.

di Indonesia sendiri, para bayi diberikan vitamin A agar terhindar dari berbagai penyakit seperti xeroptalmia hingga kebutaan akibat kekurangan vitamin A.


2. mixed feeding

diberikan pada bayi-bayi dengan Ibu yang jumlah ASInya kurang, sehingga perlu ditambahkan Susu Buatan (SB).
susu buatan ini dapat dibuat sendiri dengan menggunakan susu sapi segar + tepung + gula, tetapi karena zat gizi nya kurang, sebaiknya diberikan susu formula yang disesuaikan dengan masa perkembangan bayi tersebut.
ada beberapa jenis susu formula:
a. 0-6 bulan = Adapted Formula (AF) dan Complete Starting Formula (CSF)
b. 6-12 bulan = Follow Up Formula (FUF)
c. 1-3 tahun = Susu batita/formula anak kecil
d. 3-6 tahun = susu balita/pre school formula
e. 6 + = susu formula anak sekolah

3. artificial feeding

artificial feeding diberikan pada bayi-bayi dengan ibu yang tidak menghasilkan ASI sedikitpun. diberikan berupa susu buatan (SB) yang sudah di formulasi sesuai usia perkembangan bayi. (lihat diatas)
Amey
Jangan kau ganggu hidupku lagi
Sudah jelas kini yang kau mau
Kau sakiti hati ini tuk kesekian kali
Memang ku cinta, namun tak begini

Dimana arti sebuah kesetiaan
Bila hanya dalam kata-kata
Kucoba untuk bertahan
Namun aku tak sanggup
Sungguh tak mampu, sayangku

Reff:
Terserah kali ini, sungguh aku takkan peduli
Ku tak sanggup lagi, jalani cinta denganmu
Biarkan kusendiri tanpa bayang-bayangmu lagi
Ku tak sanggup lagi, mulai kini semua terserah

Dimana arti sebuah kesetiaan
Bila hanya dalam kata-kata
Kucoba untuk bertahan
Namun aku tak sanggup
Sungguh tak mampu, sayangku

Back to Reff*
-fin


no more tears...
Amey



ada 2 gambar yg mirip diatas,,,
nah, diatas itu ada 5 (atau lebih?) perbedaan...
hayoo, apa yg berbeda??
selamat mencari^^/
Amey
cinta itu kata kerja...
Amey

Bulan bulat.
di tengah langit yg gelap.
bersinar mewarnai jagad malam yang suram...
(mungkin kah ia letih menghadapi mentari yang panas?)

Hujan yang telah lama mengintai akhirnya turun juga...
Tak lama kemudian, sang halilintar membahana lemah membelah langit.
dan Bagaikan beribu blitz kamera, kilauan petir berkilat-kilat datang karena tak ingin kehilangan moment yang tepat.
(Tuhan sepertinya paparazzi yang paling sempurna di jagad ini)

bahuku lelah menyangga masalah...
ia menjerit, sebab mrebahkan diri dalam impian hanyalah angan.

Ditengah kekalutan, selalu dapat kupanggil bayangmu 4 hari yang lalu. (atau berminggu dan berbulan, dan bertahun yang lalu)
sungguh aku tahu, itu adalah kesalahan.dan sebentuk pembangkangan.
tetapi dengan mmbuka kembali folder wajahmu yg tersenyum manis di gyrus otakku, kamu selalu bisa membuatku tetap terjaga di malam yang penat. atau dikelas yang membuatku kantuk berat.

kadang timbul pula geliat nakal untuk mencoba mengganggu...
tapi penyesalan dan rasa malu atas tindakan tak sopan itu selalu menghampiri selepas 15 surat pendek yang tak terbalaskan.maupun dengan ribuan kata-kata yang tak terkirimkan.

dan kini,,,
dengan beribu kata di kotak konsepku.
dengan berjuta angan di selipan rona dan raut wajahku.
dan bermilyar harap di dalam gerak gerikku.

aku ingin, bisa menahan diri darimu...

coz you're my crazy-agonist.

crazy-
crazy-
crazy-agonist...!!
Amey
Besides the meaning of life and the ingredients of hot dogs, many a man has questioned, "What exactly do women want?" We're not playing coy here, we know we're complex creatures. And, true, we operate on a different wavelength than men.
But women aren't exactly the great mystery that men often make us out to be. The proof? We polled the YourTango staff and compiled a list of 9 simple things women want. Note: you won't find diamond rings or other fancy things anywhere on this list. While many women really do want luxury goods from men, when you break it down they are just physical representations of some of the points on this list. We promise.

1. Respect. Show us through your actions that you respect our opinions, careers, interests, friends, bodies, and minds. You don't have to agree with all that we say or do, but try to honor our opinions as valuable contributions. Follow the golden rule and treat us as you would like to be treated: Be honest, fair, kind, and considerate.

2. Romance. It's another night on the couch with takeout and TiVo? Just because we're staying in doesn't mean the evening can't be romantic. Light a few candles and see where the night leads. Treat us like your girlfriend, even after we become your wife. Date nights, physical affection in the car, kissing like when we first started dating -- all of the things that made us fall in love with you don't have to stop just because now there are bills to pay, a house to be cleaned, and kids to be bathed. Bring home flowers for no reason. We're not talking $100 bouquets of roses here. Even the $10 bouquets from the supermarket are enough to make us smile.

3. Time. We understand relationships can't be all wine and roses; simply making the time to be with us and treating us like your top priority says "love" more than all the fancy gifts and lovely letters ever could. This includes helping around the house. The realities of a 21st-century relationship are that both partners probably work. If you happen to get home before we do, why not vacuum the living room or throw in a load of laundry? If you take the garbage out without being asked, chances are you'll be getting a big ole smooch when you come back.

4. Dinner. Of the homemade variety. You may not be good at cooking and you may not know how to boil water. But greeting us at the door after a long day with fish sticks (or whatever you can wrastle up) makes us swoon, because it shows that you've been thinking about us and our hectic day.

5. Communication. Women are vocal creatures. We know you love us, but it's nice to hear you say it, too. We can also be insecure. We wish we weren't, but the reality is that we often notice our wobbly thighs and forget about our gorgeous eyes. So let us know when you think we're hot. Tell us we're beautiful. It helps us feel good. Words of appreciation aren't half-bad either. Tell us you love the lasagna we made. Notice that we cleaned the bathtub. It doesn't have to be over the top, just let us know that you see the effort we put in, and you're grateful.

6. Consistency. This doesn't mean be boring and predictable. It means that we know you will (usually -- no one is perfect!) give us the love and support we need. Knowing that you're coming at this with the same desires and energy as we are goes a long way to making us feel secure.

7. Engagement. Of the mental kind, not the "I'm getting married in the morning" kind. You don't have to like everything we like (we might be a little concerned if you do), but showing interest in our passions, be it career-related, a sport, or a hobby, goes a long way. Listen when we talk to you. We're not speaking just so we can hear our own voice; we want to connect with you and this is one valuable way we do this. This also means paying attention to the little things. Whether it's the name of your best friend's husband or the fact that you hate Nicolas Cage movies, it's the little things you remember about us that's so endearing.

8. Humor and Humility. These two tend to go hand in hand. This doesn't mean that you have to crack jokes or entertain us, but just being able to laugh at yourself is enough. Guys who take themselves too seriously bring everyone down.

9. Challenge.
Not the kind that makes a relationship constant work, but the good kind that surprises and motivates us to do, be, or achieve what we desire. Studies show that partners who prod each other to meet goals -- in other words, don't support lazy or bad habits -- are ultimately happier than those who don't hold each other accountable.
Amey

Yang paling aku takutkan ialah keakraban hati
dengan kemunkaran dan dosa

jika suatu kedurhakaan berulang kali di kerjakan
maka jiwa menjadi akrab dengannya

hingga ia tak lagi peka, mati rasa


-Hasan Az Zayyat, Rahimahullah-

Adalah nurani, penjaga kesucian diri yang di karuniakan Allah SWT kepada setiap hambanya.
Ia adalah suara hati,yang sungguh jernih dan halus tegurannya.
ia begitu jujur, meskipun tanpa kata-kata,
nasehatnya menggema dalam hening, sehingga kita tak kuasa menangkalnya.

Tak ada yang lebih tajam dari nurani, ketika ia menghentak kita dari beragam kesalahan dan alpa. begitu tipis, begitu mengiris...

Nurani adalah jeruji jiwa,
ketika kita berdosa, jeruji itu berteriak keras memperingatkan jiwa.
tapi semakin kita berdosa, jeruji semakin berkarat.
semakin lama...semakin lemah dentingan dan seruannya.

Apa yang bisa membuat jeruji itu melemah?

Ialah dosa yang diulang dan diulang.

Semakin sering ia diulang, semakin akrab ia dengan kita.
semakin lama nurani akan semakin tertutup oleh dosa.
dan ketika penumpukan semakin kronis dan tak terobati,,,
akan datang cap dari Allah Subhanahu wa ta'ala, untuk mematikan hati.

Ya, mematikan hati,
seperti yang dilakukan dokter gigi kepada gigi yang terus-menerus sakit,
dokter akan memberikan arsen, untuk mematikan syaraf, agar tak ada lagi protes terhadap gangguan rasa sakit.

Ya Tuhan, maafkan dosa yang terus berulang ini,
jangan pernah Engkau matikan hatiku,,,
jangan pernah Engkau campakkan aku dalam gelap...
terus peringati aku melalui karunia Nurani-Mu...

Karena aku tak ingin, penglihatan, pendengaran, dan fu-ad ku menjadi tersangka dalam pengadilan nanti...

"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya, Sesungguhnya pendengaran, PENGLIHATAN, dan fu-ad, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya."

(Q.s. Al Israa' 17:36)

Bismillahirrahmanirrahiim...
Ah, hari ini harus lebih baik dari yang kemarin!