Amey
Kemarin hari yang sibuk.
pagi-pagi harus berangkat ke kampus bersama ayah,
berdiskusi segala hal mengenai MLM, mahasiswa, DO dan akademik di dlm mobil itu.
ckckc...memang pengalaman hidup slalu menjadi pelajaran yg paling berharga.

Kampus.
pagi hari itu sudah dipenuhi oleh praktikan berwajah cemas akibat harus mengikuti ujian anatomi yang sebentar lagi hrus mereka lalui. atlas sobotta, buku penuntn dan hafalan yang berulang, berdengung keras memenuhi koridor.

kelaparan,
aku, dan rini, sarapan pagi di kampus, demi rapat yang dimulai lebih awal, kami makan sambil berceloteh ttg LK1.

Sibuk,
konsep materi, pemateri, acara, rpat SC-OC, semua berjalan begitu komplex dan kadang tanpa kesmpulan. yah, kupikir memang bgitulah seharusnya sebuah kerja tim, qta mmeang tdk bisa mendapatkan yg terbaik, sebab yg terbaik itu hanya ada dalam pikiran kita, tetapi kerja tim, bisa menghasilkan "kemaksimalan", sehingga itu yg mmbuatku bertahan dalam celoteh-celoteh yg kadang tak berujung pangkal di tengah kepulan asap dan AC yang terlalu dingin, diruang bem dan bpm.

Senior,
mereka adalah makhluk yang komplex, begitu bnyak pengalaman berharga yg mereka miliki,berbagi dan bertukar pikiran dengan mereka, selalu saja menghasilkan ide-ide baru. tetapi bgitulah, terkadang percekcokan dan kekesalan kadang timbul dalam hati ini,,,knp bgitu sulit, merubah suatu paradigma? tdk bisakah kita lebih kreatif menanggapi peraturan yg dibuat bertahun-tahun lalu? sebelum jumlah mahasiswa FK membludak speri skrg ini?
i think...peraturan itu harus lebih flexible,..kadang-kadang kita memang harus mengambil resiko dengan melakukan inovasi baru...tp...penentangan itu slalu sj ada.

Malam,
ia menjelang, menjelma melingkupi dan meringkuk diatas kampus ini. kami masih saja berbagi pikiran dan ide yang tak kunjung usai. aku mulai lapar, kegelisahan, dan mata berkunang-kunang membuat segala ide itu berkelebatan dalam pikiran.
aku menuliskan semua ide itu, di binder kuning sahabat baruku.
kami akhirnya pulang,setelah k' ucu mulai memutar video horror yg mmbuatku tdk betah lagi berada di kampus.

20.00,
kami keluar dari kampus, banjir di jalan membasahi kaki dan betis kami. rasanya dingin menerpa bgitu dasyat, kami kedinginan, dibawah payung yang tak bisa menahan air hujan dari segala arah.
tangan ku rasanya sudah menjadi es.

angkot,
ia kami hentikan di depan roti canai yang terkenal itu, kami duduk dalam basah diruangan sepetak yg tidak lebih besar dari kamarku itu.
memesan makan yg seharusnya bisa dimakan ber5 untuk 3 org sj.
tak peduli malam sudah larut, aku, pupung, dan rini melanjutkan diskusi demi kemajuan pengkaderan calon adik2 kami. komplex....

angkot lagi,
disana aku sdh tidak bisa memikirkan apa-apa lagi mengenai pengkaderan, rasanya hanya ada rindu yg tersisa untuk seseorg yg tidak pernah menyapa. aku benci HP yg tidak berdering itu. rasanya iri melihat juniorku yg satu ini mengisahkan kisah cintanya dengan begitu bertubi-tubi. rasanya bebas sekali ia mengungkapkan rasa sayang itu pada seseorg...ya..sy tau, sy tau,,,itu dosa.
stidaknya sy lebih beruntung sedikit, krn masih menyadari batasan itu.

Rumah,
terjebak di luar pagar rumah sendiri. kunci yg dititip di tetangga sebelah, tak mampu kuambil karena penghuninya sudah tidur.
aku terduduk lemas di depan rumah yg nyaris rubuh itu, (kadang aku berpikir, dosakah kami membiarkan tetangga mempunyai gubuk reyot seperti ini, sementara rumahku berdiri megah menantang langiT? sungguh berdosa...tp apa yg bisa kulakukan? mrk bukan pengemis...). badanku menggigil lagi, terlalu dingin malam ini, untuk kulewatkan diluar rumah, tanpa sms-sms yg dapat mngembalikan kehangatan badan dan semangatku.
kamu membuatku kesal.

ibu,
ia datang dengan kemarahan besarnya, memarahiku yg pulang terlambat, mencemaskanku, tetapi tetap sj tega menguluran tangannya untuk mencubitku.
sakit....tp tdk apa, aku tahu itu pantas kudapatkn...
sudahlah, ini resiko, aku ingin mengajrkan pada adik-adikku tentang militansi lembaga..karena itu militansiku pun harus kubuktikan.
betul-betul tidak masalah...

tidur...

melupakan semua kejadian buruk hari ini tanpa teleponmu...(karena memang tdk pernah ada janji untuk saling menelpon...)
Label: , , | edit post
Reaksi: 
0 Responses