Amey
Besides the meaning of life and the ingredients of hot dogs, many a man has questioned, "What exactly do women want?" We're not playing coy here, we know we're complex creatures. And, true, we operate on a different wavelength than men.
But women aren't exactly the great mystery that men often make us out to be. The proof? We polled the YourTango staff and compiled a list of 9 simple things women want. Note: you won't find diamond rings or other fancy things anywhere on this list. While many women really do want luxury goods from men, when you break it down they are just physical representations of some of the points on this list. We promise.

1. Respect. Show us through your actions that you respect our opinions, careers, interests, friends, bodies, and minds. You don't have to agree with all that we say or do, but try to honor our opinions as valuable contributions. Follow the golden rule and treat us as you would like to be treated: Be honest, fair, kind, and considerate.

2. Romance. It's another night on the couch with takeout and TiVo? Just because we're staying in doesn't mean the evening can't be romantic. Light a few candles and see where the night leads. Treat us like your girlfriend, even after we become your wife. Date nights, physical affection in the car, kissing like when we first started dating -- all of the things that made us fall in love with you don't have to stop just because now there are bills to pay, a house to be cleaned, and kids to be bathed. Bring home flowers for no reason. We're not talking $100 bouquets of roses here. Even the $10 bouquets from the supermarket are enough to make us smile.

3. Time. We understand relationships can't be all wine and roses; simply making the time to be with us and treating us like your top priority says "love" more than all the fancy gifts and lovely letters ever could. This includes helping around the house. The realities of a 21st-century relationship are that both partners probably work. If you happen to get home before we do, why not vacuum the living room or throw in a load of laundry? If you take the garbage out without being asked, chances are you'll be getting a big ole smooch when you come back.

4. Dinner. Of the homemade variety. You may not be good at cooking and you may not know how to boil water. But greeting us at the door after a long day with fish sticks (or whatever you can wrastle up) makes us swoon, because it shows that you've been thinking about us and our hectic day.

5. Communication. Women are vocal creatures. We know you love us, but it's nice to hear you say it, too. We can also be insecure. We wish we weren't, but the reality is that we often notice our wobbly thighs and forget about our gorgeous eyes. So let us know when you think we're hot. Tell us we're beautiful. It helps us feel good. Words of appreciation aren't half-bad either. Tell us you love the lasagna we made. Notice that we cleaned the bathtub. It doesn't have to be over the top, just let us know that you see the effort we put in, and you're grateful.

6. Consistency. This doesn't mean be boring and predictable. It means that we know you will (usually -- no one is perfect!) give us the love and support we need. Knowing that you're coming at this with the same desires and energy as we are goes a long way to making us feel secure.

7. Engagement. Of the mental kind, not the "I'm getting married in the morning" kind. You don't have to like everything we like (we might be a little concerned if you do), but showing interest in our passions, be it career-related, a sport, or a hobby, goes a long way. Listen when we talk to you. We're not speaking just so we can hear our own voice; we want to connect with you and this is one valuable way we do this. This also means paying attention to the little things. Whether it's the name of your best friend's husband or the fact that you hate Nicolas Cage movies, it's the little things you remember about us that's so endearing.

8. Humor and Humility. These two tend to go hand in hand. This doesn't mean that you have to crack jokes or entertain us, but just being able to laugh at yourself is enough. Guys who take themselves too seriously bring everyone down.

9. Challenge.
Not the kind that makes a relationship constant work, but the good kind that surprises and motivates us to do, be, or achieve what we desire. Studies show that partners who prod each other to meet goals -- in other words, don't support lazy or bad habits -- are ultimately happier than those who don't hold each other accountable.
Amey

Yang paling aku takutkan ialah keakraban hati
dengan kemunkaran dan dosa

jika suatu kedurhakaan berulang kali di kerjakan
maka jiwa menjadi akrab dengannya

hingga ia tak lagi peka, mati rasa


-Hasan Az Zayyat, Rahimahullah-

Adalah nurani, penjaga kesucian diri yang di karuniakan Allah SWT kepada setiap hambanya.
Ia adalah suara hati,yang sungguh jernih dan halus tegurannya.
ia begitu jujur, meskipun tanpa kata-kata,
nasehatnya menggema dalam hening, sehingga kita tak kuasa menangkalnya.

Tak ada yang lebih tajam dari nurani, ketika ia menghentak kita dari beragam kesalahan dan alpa. begitu tipis, begitu mengiris...

Nurani adalah jeruji jiwa,
ketika kita berdosa, jeruji itu berteriak keras memperingatkan jiwa.
tapi semakin kita berdosa, jeruji semakin berkarat.
semakin lama...semakin lemah dentingan dan seruannya.

Apa yang bisa membuat jeruji itu melemah?

Ialah dosa yang diulang dan diulang.

Semakin sering ia diulang, semakin akrab ia dengan kita.
semakin lama nurani akan semakin tertutup oleh dosa.
dan ketika penumpukan semakin kronis dan tak terobati,,,
akan datang cap dari Allah Subhanahu wa ta'ala, untuk mematikan hati.

Ya, mematikan hati,
seperti yang dilakukan dokter gigi kepada gigi yang terus-menerus sakit,
dokter akan memberikan arsen, untuk mematikan syaraf, agar tak ada lagi protes terhadap gangguan rasa sakit.

Ya Tuhan, maafkan dosa yang terus berulang ini,
jangan pernah Engkau matikan hatiku,,,
jangan pernah Engkau campakkan aku dalam gelap...
terus peringati aku melalui karunia Nurani-Mu...

Karena aku tak ingin, penglihatan, pendengaran, dan fu-ad ku menjadi tersangka dalam pengadilan nanti...

"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya, Sesungguhnya pendengaran, PENGLIHATAN, dan fu-ad, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya."

(Q.s. Al Israa' 17:36)

Bismillahirrahmanirrahiim...
Ah, hari ini harus lebih baik dari yang kemarin!
Amey
JALAN CINTA PARA PEJUANG

oleh Salim A.Fillah

sebuah pengantar advance buat para pejuang cinta...

Sungguh Luar biasa buku dengan ketebalan 340 halaman ini, aku baru saja membaca beberapa halaman, mataku rasanya jadi lekat selekat-lekatnya bagi setiap bait kata-kata yang mengalir deras dari isi pikiran sang penulis. Sungguh deras, sederas aliran air di perbatasan air terjun dan sungai...

Gagasan-gagasannya yang sungguh kaya hikmah,membuat aku terbius oleh setiap kata-katanya.

Sudah sekian lama aku tdk menemukan buku yang begitu powerful seperti buku ini.
mengapa? alasannya mudah, seperti kata paman saya,

"seseorang yang beranjak dewasa, akan semakin sulit menyelesaikan sebuah bacaan"

mungkin kalian akan bingung,
"lhoh? kenapa? apakah karena kemalasan?atau berkurangnya daya tahan mata dalam membaca?"

kalau begitu, dengarkan pamanku melanjutkan,

"karena seorang yang dewasa, sudah terlalu banyak membaca buku dan menuai pengalaman, sehingga terkadang, ia akan menghentikan bacaannya, saat ending dari buku itu mulai dapat ia tebak, atau ia sudah terlalu bosan membaca kisah atau menarik hikmah dari yang sama..."

yup, itulah kalimat ter pas, yang kurasakan telah melanda minat bacaku beberapa bulan terakhir, malas membaca sesuatu yang monoton...

Awalnya, sering aku mengeluh, dan mengutuk diri sndiri yang bahkan tidak mampu menghabiskan novel yang kata-orang best seller dan luar biasa bagus. tetapi sungguh, setelah membaca buku JCPP ini, aku sadar, minat dan kekuatan membacaku masih ada, hanya saja jiwaku sedang haus akan tulisan yang lebih rumit dan memperkaya batin,..
yah, saya cuma sedang menyelami animo warga bumi yang sedang mengarah pada sesuatu yang bersifat spiritual...

-dan buku ini, menyejukkan dahaga itu...--

Salah satu gagasan yang sangat kusukai dari buku ini adalah, ia menata ulang teori segitiga cinta oleh Robert J. Sternberg menjadi sesuai dengan kaidah islam.

segitiga cinta Robert terdiri atas:
1. Keintiman
2. Gairah, dan
3. Komitmen

1. Keintiman, adalah elemen emosi yg di dalamnya terdapat kehangatan, keakraban, dan hasrat menjalin hubungan.
gejalanya itu dapat berupa perasaan bahagia ketika dekat dengan seseorg, menikmati cakap-cakap dengannya sampai waktu yg lama, merasa rindu bila lama tidak bertemu, dan keinginan untuk saling bergandeng tangan atau merangkul bahu.

2. Gairah, adalah elemen motivasional yagn didasai oleh dorongan dari dalam diri yang bersifat seksual.

3. Komitmen, adalah elemen kognitif, berupa keputusan dan tekad unuk secara tetap dan sinambung menjalankan suatu kehidupan bersama.

Ia menjelaskan, segitiga ini harus lah lengkap, sehingga seseorg betul-betul dapat dikatakan telah jatuh cinta.
contohnya,
Jika yang ada itu hanya keintiman dan komitmen, maka itu bukan cinta, melainkan hanya sebuah persahabatan.

jika yang ada itu hanya keintiman dan gairah, tanpa komitmen, maka itu hanya romantisme.

jika yg ada hanya komitmen,tanpa intimasi dan gairah, maka itu adalah kekosongan...

dan seterusnya...

Nah, uniknya, Jika tahapan cinta Robert dimulai dengan keintiman, berlanjut menjadi gairah, dan berakhir dengan komitmen, maka tahapan jalan cinta para pejuang justru dimulai dengan komitmen, berlanjut pada intimasi, dan dilengkapi oleh gairah.

Lah? itu kan sama aja bhw kita, mending nikah dulu baru pacaran?iya kan?
wah, kucing dalam karung dong?

Wow wow...jangan salah dulu, Teori ini juga didukung oleh penelitian para ilmuan terhadap zat cinta pada keluarga Emily Grillot dan istrinya,,
Sebenarnya, apa yang mmbuat prnikahan mereka sudah bertahan selama 58 tahun, dan menghasilkan 20 anak serta 77 cucu??

Rahasia cinta mereka singkat saja:
"ini adalah komitmen dan perhatian di antara kami kepada yang lain. beberapa orang menyebutnya cinta.."

yap, dari situlah cinta harusnya bermula, dari sebuah komitmen,

komitmen adalah ikrar kerelaan berkorban,
ia memberi, bukan meminta...
ia berinisiatif, tanpa menunggu...
dan ia memahami, bukan menuntut...

Wallahu'alam.
Amey
Selalu ada hal yg menyenangkan saat bersamamu.
sperti pelita yang menerangi kegelapan,..
kasih sayang itu slalu saja menghangatkanku...

terima kasih,,,^^
Label: 0 komentar | | edit post
Amey
Kemarin hari yang sibuk.
pagi-pagi harus berangkat ke kampus bersama ayah,
berdiskusi segala hal mengenai MLM, mahasiswa, DO dan akademik di dlm mobil itu.
ckckc...memang pengalaman hidup slalu menjadi pelajaran yg paling berharga.

Kampus.
pagi hari itu sudah dipenuhi oleh praktikan berwajah cemas akibat harus mengikuti ujian anatomi yang sebentar lagi hrus mereka lalui. atlas sobotta, buku penuntn dan hafalan yang berulang, berdengung keras memenuhi koridor.

kelaparan,
aku, dan rini, sarapan pagi di kampus, demi rapat yang dimulai lebih awal, kami makan sambil berceloteh ttg LK1.

Sibuk,
konsep materi, pemateri, acara, rpat SC-OC, semua berjalan begitu komplex dan kadang tanpa kesmpulan. yah, kupikir memang bgitulah seharusnya sebuah kerja tim, qta mmeang tdk bisa mendapatkan yg terbaik, sebab yg terbaik itu hanya ada dalam pikiran kita, tetapi kerja tim, bisa menghasilkan "kemaksimalan", sehingga itu yg mmbuatku bertahan dalam celoteh-celoteh yg kadang tak berujung pangkal di tengah kepulan asap dan AC yang terlalu dingin, diruang bem dan bpm.

Senior,
mereka adalah makhluk yang komplex, begitu bnyak pengalaman berharga yg mereka miliki,berbagi dan bertukar pikiran dengan mereka, selalu saja menghasilkan ide-ide baru. tetapi bgitulah, terkadang percekcokan dan kekesalan kadang timbul dalam hati ini,,,knp bgitu sulit, merubah suatu paradigma? tdk bisakah kita lebih kreatif menanggapi peraturan yg dibuat bertahun-tahun lalu? sebelum jumlah mahasiswa FK membludak speri skrg ini?
i think...peraturan itu harus lebih flexible,..kadang-kadang kita memang harus mengambil resiko dengan melakukan inovasi baru...tp...penentangan itu slalu sj ada.

Malam,
ia menjelang, menjelma melingkupi dan meringkuk diatas kampus ini. kami masih saja berbagi pikiran dan ide yang tak kunjung usai. aku mulai lapar, kegelisahan, dan mata berkunang-kunang membuat segala ide itu berkelebatan dalam pikiran.
aku menuliskan semua ide itu, di binder kuning sahabat baruku.
kami akhirnya pulang,setelah k' ucu mulai memutar video horror yg mmbuatku tdk betah lagi berada di kampus.

20.00,
kami keluar dari kampus, banjir di jalan membasahi kaki dan betis kami. rasanya dingin menerpa bgitu dasyat, kami kedinginan, dibawah payung yang tak bisa menahan air hujan dari segala arah.
tangan ku rasanya sudah menjadi es.

angkot,
ia kami hentikan di depan roti canai yang terkenal itu, kami duduk dalam basah diruangan sepetak yg tidak lebih besar dari kamarku itu.
memesan makan yg seharusnya bisa dimakan ber5 untuk 3 org sj.
tak peduli malam sudah larut, aku, pupung, dan rini melanjutkan diskusi demi kemajuan pengkaderan calon adik2 kami. komplex....

angkot lagi,
disana aku sdh tidak bisa memikirkan apa-apa lagi mengenai pengkaderan, rasanya hanya ada rindu yg tersisa untuk seseorg yg tidak pernah menyapa. aku benci HP yg tidak berdering itu. rasanya iri melihat juniorku yg satu ini mengisahkan kisah cintanya dengan begitu bertubi-tubi. rasanya bebas sekali ia mengungkapkan rasa sayang itu pada seseorg...ya..sy tau, sy tau,,,itu dosa.
stidaknya sy lebih beruntung sedikit, krn masih menyadari batasan itu.

Rumah,
terjebak di luar pagar rumah sendiri. kunci yg dititip di tetangga sebelah, tak mampu kuambil karena penghuninya sudah tidur.
aku terduduk lemas di depan rumah yg nyaris rubuh itu, (kadang aku berpikir, dosakah kami membiarkan tetangga mempunyai gubuk reyot seperti ini, sementara rumahku berdiri megah menantang langiT? sungguh berdosa...tp apa yg bisa kulakukan? mrk bukan pengemis...). badanku menggigil lagi, terlalu dingin malam ini, untuk kulewatkan diluar rumah, tanpa sms-sms yg dapat mngembalikan kehangatan badan dan semangatku.
kamu membuatku kesal.

ibu,
ia datang dengan kemarahan besarnya, memarahiku yg pulang terlambat, mencemaskanku, tetapi tetap sj tega menguluran tangannya untuk mencubitku.
sakit....tp tdk apa, aku tahu itu pantas kudapatkn...
sudahlah, ini resiko, aku ingin mengajrkan pada adik-adikku tentang militansi lembaga..karena itu militansiku pun harus kubuktikan.
betul-betul tidak masalah...

tidur...

melupakan semua kejadian buruk hari ini tanpa teleponmu...(karena memang tdk pernah ada janji untuk saling menelpon...)