Amey
Sahur hari ke-5 kemarin bersamaan dengan waktu pulangnya acca dari madinah, karena jam landing pesawatnya jam 2 subuh, maka saya dan Hanif memutuskan untuk tidak tidur dan menghabiskan malam dengan beres-beres seluruh rumah (yang, luar biasa kotornya!).

Untuk persiapan sahur di bandara, kami bikin burger mantao bolognaise lagi, dan di isi dengan makanan-makanan instan yang sudah kami beli sebelumnya :


Nutritious banget kan?

Tapi pada saat sampai di bandar, kami lapar mata lihat kafe-kafe yang berjejer di bagian arrival airport. melihat pesawat acca yang belum juga mendarat, saya dan hanif bingung mau "nongkrong" dimana, apakah CFC, atau kafe ser*mbi. hmmm..karena makan ayam krispi terlalu mainstream, dan kafe ser*mbi itu lebih dekat dengan gate arrival, maka kami memutuskan memesan 1 piring nasi goreng merah disitu.

Ternyata, nasi gorengnya luar biasa hambar, tidak ada "binatang"nya, dan pelengkapnya hanya telur rebus dan tempe yang sudah melempem. -_- tapi bukan itu yang menghawatirkan, kami setress karena rasa nasinya rasa sudah mau "ekspired", dan harga seporsi nasi goreng ekspired itu 28.000! wowh! fantastis untuk sebuah makanan yang bermodal sekit
ar 5000 saja itu. well, untung bawa burger mantao, jadi acca dan temannya bisa ngemil dikit di air port.

Acca tambah tambun, dan seperti biasa, dengan janggut yang tebalnya itu, dia tampak "syekh"2 banget. hehe... dijalan pulang kami cerita banyak soal perkara hanif hilang uang 4 juta di pondokannya. ternyata ada ya,anak-anak SMA yang licik seperti teman kamarnya hanif itu. bayangkan dong, kamu ditraktir berbulan-bulan sama temanmu, dengan menggunakan uangmu! gila!

Pulang ke rumah, kami lanjut makan lagi, haha, kali ini dengan ayam KFC yang dibeli di drive thru... ada program beli 50.000 dapat 1 stempel! kalo 3 stempel dapat tas bekal, 6 stempel dapat tumbler, dan 9 stempel dapat usb gelang! wow! saya malam itu hanya bayar 49.500, tapi karena mas-masnya baik banget, kami di kasih satu stempel deh! >.< rencana pengen dapat tas bekal ituuu... hua! harus rajin-rajin ke drive thru kfc nih!  


Setelah itu kami tertidur, jam 7 om satria datang untuk mengambil kunci mobil, baju ganti untuk jemput mace pace di bandara... (pace langsung ke rumah sakit buat kerja, luar biasa ayahku ini... I'm soo lucky to have such a great dad! >.<) 

yup... kami sekarang puasa berlima deh! kurang ibnu sih... semoga dia juga merasakan kehangatan ramadhan kareem yang penuh berkah ini di pondokannya. ^^v
Amey
Sahur hari ke 3 kemarin iseng-iseng bikin camilan instan kilat buat makan berdua, lihat bahan yang ada di kulkas, maka terpilih lah mantao pare spesial ini...let's try to make it!

Bahan :
6 buah Mantao pare
2 Butir telur ayam
2 lembar daun sawi putih
6 buah chicken nugget

Saus :
1 sdm cheese spread
1 sdm mayonaise
1 sdm saus bolognaise instan
1 sdt margarine
1 sdm saus sambal/tomat

Cara pembuatan :
1. Goreng telur ayam (dadar), chicken nugget dan mantao pare hingga kecoklatan
2. Belah dua mantao pare
3. Oleskan semua bahan saus di kedua belah mantao
4. Susun chicken nugget, irisan telur dadar, dan daun sawi
5. serve it! enjoy!

Cepet banget dan enak banget! Guarantee! :9
Amey
I'm currently writing my blog on my facebook page...

Yup, saya terkenal update banget difacebook dan nyaris semua teman-teman komplain krn timelinenya terisi sama update status-status gak pentingku. hehe

sebenarnya, tujuan update status itu bukanlah untuk pamer atau sekedar "promosi diri" tapi lebih kepada keinginan untuk menge-save apa isi pikiran yang saat itu terlintas di benakku dan terasa menarik untuk di share dan di simpan dalam sebuah tulisan.

Ramadhan sudah menginjak hari ke-7, rasanya masih semangat, tapi dikiri-kanan ada saja yang mencegah dari sholat tepat waktu, tadarusan, dan ikut sholat tarwih berjamaah. kebanyakan sih karena masalah kerjaan. Namun ramadhan kali ini memang terasa lebih spesial, mungkin karena sudah dipersiapkan dari beberapa bulan sebelumnya dengan membiasakan puasa senin kamis. yap, ada orang yang cukup baik dalam memotivasi hal itu.

Hal spesial lain yang lebih terasa di ramadhan kali ini adalah motivasi masak ku yang tinggi! iya lho! gak tau kenapa, kalau tahun-tahun lalu terasa malaaas sekali bangun sahur atau masak buat buka puasa, sekarang rasanya ada keinginan untuk terus menerus "menyulap" makanan di dapur merah ku itu. rasanya menyenangkan bisa memberi makan orang berbuka dan sahur.

Saat ini saya masih intership di maros,pagi ini saya pertama kalinya dinas di pustu tanralili. Karena pustu hanya buka hari rabu yang notabene hari pasar, maka jadwal pustu (jam 8) lebih pagi daripada jadwal puskesmas (jam 9). kalau terlambat datang, maka pasiennya akan habis duluan. jadi saya berusaha tidak tidur setelah subuh, dan bergegas ke maros.

Sebelum berangkat, malamnya saya sudah bertanya sama kak syukri tentang lokasinya "masuk di maccopa, dan 7 km dari situ, itulah pustunya". karena telat, meskipun bensin nyaris di titik "E", saya tetap nekad "toh cuma 7 km" kataku dalam hati. namun setelah lewat 7 km dan tidak ada tanda-tanda pustu, saya pun bertanya dengan adik-adik di pinggir jalan :

Saya  : "dek, maaf, pustunya di mana ya?"
Adek : "oh, masih di depan kak"
Saya : "hmmm.. sebelah kiri apa sebelah kanan jalan?"
Adek : "sebelah kiri kak"
Saya : "okeh, berapa meter lagi ya?"
adek : "5 km lagi kak"
Saya : *keringat dingin lihat meteran bensin yg sudah di "E"*

Betul-betul horor.. mana jalanan "macet" gara-gara banyak kerbau lewat lagi, untung saja bukan 5 km betulan... kalau tidak saya mungkin harus telepon seseorang hanya untuk belikan saya bensin di jalan poros. Pustu yang kudatangi ternyata rumah tua yang dijadikan puskesmas pembantu. ada lapangan becek, dengan bau ee' sapi dimana-mana, yang semakin tercium keras apabila angin berhembus memasuki ruangan dokter yang jendelanya terbuka lebar seperti layar bioskop tak berkaca.

Jam 10.30 saya ingin pamitan pulang. tapi nebeng pipis dulu. pas lihat kamar mandinya, ternyata luar biasa rusak. atapnya nyaris rubuh, airnya keruh, dan lumut meliputi lantai dan dinding-dindingnya, kalau ada acara bedah WC, maka ini wajib harus di datangi nih. Setelah pipis, saya ngobrol-ngobrol sama perawat dipustu. mereka ramah-ramah, kita ngobrol soal harga tomat yang melambung akibat ramadhan. 1000/biji! setelah itu merembet ke telur ayam.

Perawat : "ada itu dok telur yang isi kuningnya dua"
saya : "hah? masa? hebat sekali! ajaib!"
Perawat : "Iya dok...bagus sekali"
saya : "dimana ditemukan? wah langka tuh? siapa yang punya?"
perawat : "ada di penjual telur disana dok (sambil menunjuk)"
Saya : "keren"
perawat : "iya, harganya 45 ribu satu rak dok"
saya : "hah? jadi telur isi dua kuning itu banyak jumlahnya?" (sy kira itu produk langka)
Perawat : "iya, tapi rasanya gak enak dok..putih telurnya encer sekali, di rebus pun dia gak bisa mengeras"
saya : (dalam hati) "wow... ternyata didunia ini banyak hal aneh". haha

Pulangnya singgah di Rs.Salewangan, ambil jasa medis 150.000... lumayan, meskipun untuk bensin cuma cukup 2 hari. Hari ini juga ulang tahun juliana labora, yang ke 23.

Setelah itu singgah di balai laboratorium kesehatan, untuk ngajak kerja sama, ketemu sama ibu Hasni yang baik dan ramah. kami ngobrol-ngobrol soal Mpro dan laboratorium-laboratorium di makassar. in the end, dia setuju kerja sama, tinggal kami bawakan surat permintaan MOU saja. (alhamdulillah, ada hasil ekstra dari singgah disini)

Singgah di Abdi agung lagi, beli kertas... 29.000/rim. saya tertipu, di label tertulis 26.000/rim..haha, sudah kuduga, memang tdk ada kertas semurah itu.

Back at home, siap-siap buka puasa. saya bikin ayam ungkep yang akhirnya berubah jadi disaster "ayam bakar". nyaris kebakaran, kami cuma bisa kipas-kipas asap yang mengepul saja. tapi ayamnya masih bisa dimakan...haha. untung ada hanif si sapu jagad.

Ketemu pak farid, urus pajak arteri medika. bayar 200.000

Ketemu dr.Asnawi sp.KK di klinik atiqah untuk follow up bekas luka kulitnya hanif. pas mau bayar, dokternya langsung bilang "ih, tidak usah mi! salam saja buat prof.bachtiar"... wowh! mataku langsung berbinar-binar... ini mi enaknya jadi dokter, konsultasi ke teman sejawat tidak usah bayar. hihi..^^

Now i'm at arteri medika, rencana mau bayar sholat tarwih di telkom, mudah-mudahan masih dapat beberapa rakaat. amien.

Have a nice day! ^^
Amey
16 April 2013
Jam 7.20 malam seorang pasien remaja usia 15-18 tahun masuk dengan kaki terbalut dan mengeluarkan banyak cairan. Ia masuk ditemani oleh banyak teman-teman berbaju gamis dan bersorban.

Dari anamnesis, rupanya anak ini ketusuk paku sekitar 7 hari yang lalu, ia kemudian dibersihkan 2 hari yang lalu dan diberikan injeksi tetanus toxoid 0.5 ml. namun karena sudah lewat 5 hari baru di insisi, ia kemudian datang di UGD ku dengan gelembung besar di maleolus lateralisnya, serta tumpukan pus diseluruh pedis dextranya. Tindakan drainase sekret kulakukan di bagian yang menggelembung saja, selebihnya saya serahkan untuk ditangani di poli bedah esok harinya.


Nah, ini dia kondisi kaki nya sebelum di drainase, dimana terdapat tumpukan hematom di maleolus lateralis dan keseluruhan kakinya yang bengkak itu berisi pus

Mungkin inilah pentingnya kita mengedukasi pasien agar bila terdapat luka tusuk pada kaki akibat benda yang tidak steril, sebaiknya harus segera dilakukan cross insisi di rumah sakit, atau puskesmas. penundaan hanya akan membuat luka bertambah parah dan menjadi infeksi, serta sangat beresiko terjadi tetanus.

Hal lain yang menarik dari kasus ini adalah, betapa sabar anak remaja ini menerima semua tindakan yang saya lakukan. tidak sedikitpun ia berteriak, menangis, atau mengeluh saat pus kakinya ku insisi. Ia hanya terus menerus beristigfar dan ditenangkan oleh teman-teman bersorbannya. Saya sudah tau anak ini kuat, karena ia sanggup menahan sakit ketusuk pakunya selama 5 hari. Saat pasiennya mau pulang, pengurus pesantrennya mengeluarkan uang untuk membayarku... wow! ini pertama kalinya ada pasien yang mau membayarku! sekalipun di tolak, tapi dia menyelipkan 20 ribu ke tangan perawat untuk diberikan padaku. wah, terima kasih banyak pak..! i'm so happy. melihat bapak-bapak bersorban yang membawa iphone tadi itu, saya jadi berpikir, bahwa memang menjadi muslim yang baik itu tidak mesti tampil kumal dan kucel karena keinginan zuhud... si bapak bersorban tadi buktinya, wajahnya berseri-seri, senantiasa tertunduk dan tidak menatap mataku secara langsung, kemudian ia memegang gadget yang keren ditangannya, pertanda ia tidak ketinggalan jaman dan terus mengupdate ilmunya. well..I'm proud to be a moslem! ^^
Amey
Sudah hampir 4 bulan menjalani kehidupan sebagai dokter intership di Kabupaten Maros. Siklus UGD ku akan segera berakhir dan digantikan dengan stase di PKM Tanralili.
Banyak hal yang menarik dari UGD maros, pasien yang pernah ku temui juga sangat beragam dan penuh cerita lucu hingga mengharukan.
Beberapa cerita lucu itu rasanya sayang sekali jika dilupakan..mungkin saya akan berusaha mengurainya satu persatu agar suatu saat nanti saya akan membaca ulangnya dan amazing sendiri dengan pengalaman hidup itu.

My Birthday @UGD : MR.Katrok

Saat kak fachrie datang ke UGD membawakan kue dan buah langsat hari itu, keadaan UGD lagi panik-paniknya, jadi saya tidak sempat mengajak dia banyak bicara. meskipun senang sekali rasanya ada yang membawakan hadiah jauh-jauh ke maros. :)
saat itu saya ingat, ada pasien yang mengalami robek dibagian jempol kaki akibat kegilas mobil. sang pemilik mobil yang sangat bertanggung jawab itu pontang panting mengurus segala kerugian yang dialami oleh pemilik kaki. lucunya, kami tidak percaya, bahwa sang pemilik mobil ini ternyata katrok juga orangnya! haha...
waktu ia pulang dari ruang radiologi, dia memberikan foto kaki pasien itu pada perawat, kemudian saya datang padanya, bertanya :
Saya : "mana fotonya pak?"
Bapak : "itu dok, ada di perawat, tapi tinggal di cuci"
Saya : "dicuci?"
awalnya saya bingung, tapi akhirnya saya dan seluruh jajaran UGD dan kak fachrie ketawa gila-gila karena ternyata bapak itu berpikir foto x-ray yang hitam putih itu cuma klise, dan masih harus di cuci... =__=

*Iya pak, saya ngerti... ini memang mirip banget sama klise... =_=

Setelah itu, bapak itu datang lagi membawa sekantong obat, set infus dan cairan, dia kemudian menyerahkan obat itu pada pasien dan perawat.
awalnya ia datang, bertanya : "dok, boleh pasiennya minum obatnya?" dengan enteng, saya jawab, "silahkan pak,diminum". dia kemudian pergi namun tak lama ia kembali lagi, bertanya : "Dok, kalo obat yang ini gimana cara minumnya??" (sambil mengancungkan botol infus RL)
Bwahahahahah! kami semua ketawa kembali!
wkwkwkw..luar biasa ini bapak, dalam sehari kami dibuat tertawa gila-gilaan di siang bolong... ckckck...
bawa mobil, tapi ternyata uneducated... jadi orang kaya itu gak mesti teredukasi rupanya. haha.
*Ini loh botol RL... memang susah tawwa di buka.. (Harusnya saya resepkan sedotan juga ) hahaha...!