Amey
And the fish lost it's way...

maybe it's missing the forest river and the bear's shelter
Amey

Assalamu alaikum,

Halo beruang, bagaimana kabarmu?

Aku tahu, kamu tidak akan pernah lagi membaca suratku yang ini.
Bukan, bukan karena Aku tidak mau mengirimkannya kepadamu,tetapi karena memang beginilah caraku mengirimkan suratku padamu.(Ah, semoga dari semua hal yang kita lalui --dan coba kamu lupakan--, kamu tidak melupakan mono-dialog kita ini..tapi, Aku tidak berharap banyak)

Rasanya sudah lama sekali kita tidak saling bertegur sapa.
Setelah perpisahan..., ah, bukan, itu tidak bisa disebut perpisahan, karena aku masih bisa melihatmu dalam hari-hari ku.

Ya, aku masih melihatmu.
Mudah sekali menghadirkanmu dalam pikiranku.
Di koridor-koridor yang kulalui, di jalan-jalan yang kulewati, di langit-langit kamarku, di bintang-bintang, dan di langit malam-malam ku.

Hari ini,setelah sekian lama,aku kembali menyapamu dalam semburat emas langit sore yang menawan.
Setelah waktu-waktu beku yang kita lalui, rasa-rasanya tadi aku menghabiskan waktu yang sama lamanya untuk mengumpulkan suara dan kekuatanku untuk menyapamu. ya, sulit dipercaya memang, Aku, menyapamu!

Memang, tidak cukup berhasil, karena saat kau berbalik (dan itu cukup sebagai penanda bahwa aku sudah memanggil namamu), aku bahkan tidak menyadari bahwa suara tercekat aneh yang tadi kudengar itu adalah suaraku sendiri. dan sudah kuduga, berbalikmu itu tidak akan lama, karena saat kau lihat aku dari sudut matamu, kau pun berpaling dan berjalan dengan kejamnya, seperti tak merasakan jantungku yang rasanya berdegup memenuhi setiap sudut di corpus badanku.

Tunggu, kumohon tunggu!
Karena aku harus menenangkan diri dulu.

Malam ini aku melihatmu hadir kembali.
Harusnya aku senang,
Tetapi, entah mengapa, dan tak tahu aku kerasukan apa, itu tidak sesuai dengan keinginanku!

karena itu, beruangku, kusampaikan surat ini untuk menyampaikan maaf-maafku...

Maaf, karena mungkin, 2 musim berangin ini telah menyapu alasanku yang menjadi alasanmu itu.

Maaf, karena Aku sungguh-sungguh tidak menyangka, bahwa Sang Khalik Yang Membolak Balik Hati akan benar-benar membalik isi hatiku.

Maaf, karena Aku tahu, setelah bermusim-musim aku mencari, tempatmu memang belum terganti, tetapi separuh inginku sepertinya tidak bisa menerima itu.

Sudah kuputuskan, ini Waktunya ber-sembunyi lagi.

Jadi, Sampai jumpa, dimusim depan y!
kurasa,kau adalah beruang yang cukup tangguh untuk menjaring ikan-ikan yang lain.^^
Amey
"Lembaga Mahasiswa punya nilai luhur yang harus diperjuangkan
Lembaga Mahasiswa harus selalu idealis
"

Tulisan ini kubuat saat sedang berada di ruang HMR ditengah-tengah forum-ngobrol saat Muktamar XIV tahun 2010 ini dipending.

Saat melihat semua orang yang ada diruangan ini, aku merasa heran karena aku tidak mendapatkan "getaran" yang kucari.

ya Tuhan, mungkinkah lembaga KEMA FK Unhas ini menjadi sebuah lembaga yang betul-betul ideal?

Ssungguhnya ksempurnaan hanyalah milik Allah SWT.
tapi bukankah kita ini adalah percikan-percikan zat dari Dia Yang Maha Sempurna itu?

jadi, jangan menyerah untuk berusaha, kawan!
Label: 2 komentar | | edit post
Amey

Anne of Green Gables

Jika ada buku bagus yang bisa membuat mu rela menghabiskan waktu berlama-lama dengan membaca halaman demi halamannya. maka salah satu buku itu adalah buku tentang kisah-kisah Anne Shirley.

Saat melihat cover belakang, dikatakan bahwa buku ini sudah berusia sekitar 100 tahun. promosi lainnya mengatakan: buku yang terjual lebih dari 50 copy, telah di terjemahkan ke puluhan bahasa, dan di buatkan komik serta film. dibagian atas cover depan juga ditulis "buku yang mengalahkan penjualan Harry Potter, Twilight"dkk. awalnya aku tidak percaya, tapi begitu membacanya, aku tersihir lebih daripada saat aku membaca harry potter.

Anne shirley adalah gambaran seorang gadis kecil dengan mata yang selalu melebar seperti bola pingpong, dan senantiasa berkilat oleh cahaya semangat yang memancar dari rasa ingin tahu yang besar dalam dirinya.

Imajinasi adalah teman terbaiknya:
"aku senang aku mempunyai imajinasi, aku tidak bisa membayangkan hidup tanpa imajinasi"
Kira-kira itulah yang dikatakan anne setiap kali ia mendapatkan kesulitan hidup dan harus menghadapinya dengan khayalannya itu.

"khayalan membuat segalanya menjadi lebih indah"
Kau bisa berpura-pura punya gaun dengan lengan menggelembung, pura-pura menjadi putri yang diculik oleh penjahat dan ditolong oleh belahan jiwa yang adalah teman sekolahmu, menjadi istri pendeta yang anggun, atau menjadi manusia dari dunia lain.

Membaca novel ini membuatku ingat pada khayalan-khayalan masa kecilku.
dulu, saat aku sedang sendiri dirumah, aku biasa bercakap-cakap dengan bul-bul (kucingku) dalam bahasa inggris, sambil memberikannya susu sambil mengkhayalkan bahwa aku sekarang sendang berada di rumah mewah dengan bul-bul si kucing kampung yang berubah wujud menjadi kucing persia yang anggun dan tidak makan sembarang kecuali susu dan kornet.

Salah satu cita-cita Anne (Anne punya banyak sekali cita-cita) juga mengingatkanku atas diriku sendiri.
Saat kecil, aku tergolong anak yang jarang sakit dan tidak pernah sulit dalam hal memenuhi kebutuhan nutrisiku sendiri. karenanya, aku pun diam-diam berkhayal bahwa aku ini anak orang kaya yang sering sakit-sakitan dan hidup merana tapi dikelilingi oleh orang-orang yang menyayangiku setiap hari.atau aku mengkhayalkan diriku menjadi seperti adik sepupuku yang sangat rewel saat makan (satu piring bisa dia habiskan hingga lebih dari 1 jam) dan ibunya harus selalu mengejar-ngejarnya untuk menyuapkan sesuap nasi yang tidak akan dikunyahnya dan hanya akan dimuntahkannya di belakang sofa jika tante ku tidak melihatnya.

Sama seperti Anne, terkadang aku tidak bisa mengendalikan imajinasiku. Aku ingat saat SD dulu, hampir selama setengah tahun aku percaya bahwa semua orang dimuka bumi ini adalah alien dan hanya aku yang manusia. hal ini betul-betul membuatku paranoid dan ketakutan saat ditinggal sendiri untuk menjaga rumah oleh orangtuaku, aku di perdaya oleh khayalanku sendiri, dan menjadi sulit untuk membedakan antara kenyataan dan khayalan-khayalan itu.

Kini, masa-masa itu sudah lama berlalu. tempaan demi tempaan membuatku mulai jauh dari dunia yang hanya milikku itu.
Tetapi Anne of Green Gables mengingatkanku kembali akan hal itu. Ia berisi banyak sekali pesan moral, khususnya tentang

"Mensyukuri segala sesuatu yang kita punyai"

Anne yang yatim piatu yang awalnya tidak diinginkan oleh masyarakat Green Gables selalu punya imajinasinya untuk membuat segala kekurangan dan ketidak punyaannya menjadi sesuatu yang hebat.

Anne juga mengajarkan kita untuk menjadi manusia yang senantiasa lembut dan mampu beresonansi dengan alam.
Sensasi "getaran" yang dirasakan Anne setiap ia mendapatkan atau menemui hal yang indah baik dialam maupun pada orang-orang disekelilingku membuatku tiba-tiba menyimpulkan, bahwa segala yang ada di alam ini memang pernah menjadi bagian dari diri kita, yaitu bagian dari Allah, Tuhan semesta alam, karena itulah mereka semua adalah Zat Allah yang disebarkan di alam semesta ini, dan karena itulah kita dapat beresonansi dengan mereka.

Ya Mushawwir, terimakasih atas karunia khayalan, buku seri Anne of Green Gables ini, dan segala keindahan yang memang terdapat nyata dimuka bumi-Mu ini.
^^
Amey

Hyeeeeeyyyy!!!
setelah semalaman ngedit blog smpe jam 4, trus lanjut pagi ini lagi.
AKHIRNYA, AKHIRNYA, AKHIRNYAAA!XD

Blog ini jadi jugaaa!(terompet bersahutan)

Subahanallah, ternyata memang REPOT ya ngedit blog?
Tapi lihat hasilnya jadi senang juga.=D

Sayangnya, saya lupa mengambil gambar blogku yang lama, nah, ada beberapa hal baru yang kutambahkan. seperti link-link ke halaman-halamanku yang lain,dan ada chatbox juga!

Hmmm, hal lain yang mau kuubah adalah: tidak lagi menjadikan ini ajang curhat.
(berhubung penulis sudah punya blog lain untuk dijadikan ajang curhat)

Akhir kata, dengan "Fresh look!" ini, penulis berharap, bisa menulis hal-hal yang lebih inspiratif dan lebih berguna bagi teman-teman pembaca.

Amien.^^